Penjelasan Tentang Slump Test Dan Manfaatnya

Penjelasan Tentang Slump Test Dan Manfaatnya

Fase pengujian mutu beton bisa dilakukan pada dua fase, yaitu fase beton masih dalam keadaan basah, dan juga fase saat beton sudah mengering sempurna. Keduanya sama-sama dilakukan untuk menguji kualitas  beton apakah sudah sesuai dengan perencanaan atau belum.

Penjelasan Tentang Slump Test Dan Manfaatnya

Uji Slump adalah suatu uji empiris/metode yang digunakan untuk menentukan konsistensi/kekakuan (dapat dikerjakan atau tidak)dari campuran beton segar (fresh concrete) untuk menentukan tingkat workability nya. Kekakuan dalam suatu campuran beton menunjukkan berapa banyak air yang digunakan. Untuk itu uji slump menunjukkan apakah campuran beton kekurangan, kelebihan, atau cukup air.
 
Dalam suatu adukan/campuran beton, kadar air sangat diperhatikan karena menentukan tingkat workability nya atau tidak. Campuran beton yang terlalu cair akan menyebabkan mutu beton rendah, dan lama mengering. Sedangkan campuran beton yang terlalu kering menyebabkan adukan tidak merata dan sulit untuk dicetak.

Pengukuran mutu beton dengan slump test harus dilakukan sesering mungkin untuk mengontrol jumlah air dalam campuran beton. Caranya ialah dengan mengambil sampel beton segar pada truk mixer. Kuantitas beton yang dijadikan sampel ialah sekitar 20 kg yang ditampung dalam ember atau alat tampung lain yang tidak menyerap air.

Pada pengujian dengan slump test, data yang dihasilkan akan berguna untuk memastikan bahwa campuran beton bisa memiliki perbandingan susunan campuran material yang sama.

Tujuannya ialah agar beton pada bidang konstruksi dapat konsisten secara mutu dan kualitas sesuai dengan perencanaan awal, pembuatan slump test ini dapat dilakukan dengan cara manual maupun menggunakan alat ukur elektrik. Maka penjelasan tentang slump test dan manfaatnya peelu diketahui oleh Anda.

Baca Juga 

Penjelasan Tentang Pompa Beton

Penjelasan Tentang Batching Plant

Penjelasan Peralatan Beton Trowel

TAHAPAN UJI SLUMP:
  1. Basahi cetakan kerucut dan plat dengan kain basah
  2. Letakkan cetakan di atas plat
  3. Isi 1/3 cetakan dengan beton segar, padatkan dengan batang logam sebanyak merata dengan menusukkannya. Lapisan ini penusukan bagian tepi dilakukan dengan besi dimiringkan sesuai dengan dinding cetakan. Pastikan besi menyentuh dasar. Lakukan 25-30 x tusukan.
  4. Isi 1/3 bagian berikutnya (menjadi terisi 2/3) dengan hal yang sama sebanyak 25-30 x tusukan. Pastikan besi menyentuh lapisan pertama.
  5. Isi 1/3 akhir seperti tahapan nomor 4
  6. Setelah selesai dipadatkan, ratakan permukaan benda uji, tunggu kira-kira 1/2 menit. Sambil menunggu bersihkan kelebihan beton di luar cetakan dan di plat.
  7. Cetakan diangkat perlahan TEGAK LURUS ke atas
  8. Ukur nilai slump dengan membalikkan kerucut di sebelahnya menggunakan perbedaan tinggi rata-rata dari benda uji.
  9. Toleransi nilai slump dari beton segar  ±  2 cm
  10. Jika nilai slump sesuai dengan standar, maka beton dapat digunakan

Cek juga informasi lainnya pada laman berikut:

https://www.instagram.com/proyekin

https://proyekin.com/blog/

Terima kasih telah mengunjungi website Proyekin. Semoga informasi diatas dapat membantu dan menjadi solusi pembangunan Anda.

Leave a Comment

Your email address will not be published.